Cara Menentukan Harga Jual Makanan

Sebelum membuka usaha makanan, ada baiknya untuk merencanakannya dengan baik. Terutama dari harga jual makanan tersebut agar usaha Anda memperoleh keuntungan. Cara menentukan harga jual makanan akan dijelaskan dalam artikel berikut ini.

Harga jual makanan adalah hal penting yang harus dipikirkan masak-masak. Hal ini karena penentuannya akan berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis Anda. Jangan sampai harganya terlalu murah atau terlalu mahal yang menyebabkan usaha Anda sepi peminatnya. 

Cara Menentukan Harga Jual Makanan 

Berikut ini adalah cara menentukan harga jual makanan yang tepat agar Anda bisa memperoleh keuntungan. 

1. Margin Pricing 

Cara yang pertama adalah margin pricing dimana Anda perlu menghitung harga jual dari makanan tersebut. Dengan begitu, didapatkan nilai keuntungan sesuai dengan harapan yang Anda impikan. 

Rumus menentukan harga jual teknik margin adalah: margin = (harga jual-harga modal)/harga jual. 

Dari hasil ini akan didapatkan persentase margin keuntungan dari usaha tersebut. Anda bisa menentukan keuntungan sampai 50%. Itulah cara menghitung keuntungan usaha. 

2. Mark Up Pricing 

Selanjutnya adalah mark up pricing yang berarti perlu menambahkan persentase keuntungan yang berasal dari biaya modalnya. Cara menghitung modal dan harga jual adalah sebagai berikut: 

Harga jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup) 

3. Bundling 

Selanjutnya adalah bundling yang cara menghitung harga jual makanan untuk Anda melakukan promosi. Hal ini juga harus dihitung agar strategi marketingnya bisa sejalan dengan keuntungan yang didapatkan. 

Jadi, tidak hanya asal memberikan promosi untuk mendapatkan banyak pelanggan tetapi juga harus memperhitungkan harga promosi tersebut. Misalnya beli paketan 2 produk sekaligus dengan harga murah. 

Cara menghitungnya yaitu menggunakan rumus berikut: 

Harga jual = modal x 2

Jadi, misalkan Anda menjual snack dengan harga Rp 3000. Maka harga promo per bundlenya yaitu Rp 3000 x 2 = Rp 6000. 

Dengan demikian, Anda bisa memberikan promosi dengan menurunkan harganya sedikit menjadi Rp 5000 untuk 2 snack. 

4. MSRP (Manufactured Retail Price)

Cara selanjutnya adalah penentuan harga jual makanan dari permintaan produsen. Contoh kasusnya adalah ketika Anda menjadi reseller roti dan produsen menjualnya pada Anda seharga Rp 6000 per bungkus.

Kemudian, produsen Anda memberikan rekomendasi harga produk tersebut sebesar Rp 8000. Anda dapat mengambil saran tersebut agar semua reseller menjual dengan harga yang sama.

Dengan demikian, usaha Anda dapat stabil karena tidak ada kompetitor yang memasang harga lebih murah. Selain itu, pihak produsen seringkali membuat aturan kebijakan tentang harga produknya untuk reseller. 

Biasanya tidak boleh lebih dari harga yang telah ditentukan. Jadi, Anda bisa memperoleh keuntungan yang sama dengan reseller lainnya. Selain itu, harga yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan konsumen beralih ke reseller lainnya. 

Oleh sebab itu, patuhilah aturan dari produsen tersebut. 

5. Keystone Pricing 

Penentuan harga jual makanan yang terakhir yaitu melalui keystone pricing. Berapa persen keuntungan jualan makanan untuk metode ini? Cara menghitungnya adalah menetapkan keuntungan sebesar 50% dari harga modal. 

Teknik ini adalah metode yang umum dan banyak dilakukan oleh pelaku usaha retail. Anda bisa menemukan teknik ini pada usaha makanan yang berada di tempat wisata karena harganya yang tinggi. 

Penutup 

Demikian penjelasan dari Iklankita mengenai lima cara menentukan harga jual makanan yang terbaik yang bisa Anda terapkan. Selain itu, lakukan pertimbangan lain seperti menentukan target pasar, hitung modal, analisis harga kompetitor, sampai menentukan persentase keuntungannya. 

0Komentar

Punya Kritik, Saran, Pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar.

Sebelumnya Selanjutnya
Promo Jual Paket Baju Kue Lebaran 2022
Kerjasama!!!

Form Pasang Iklan

Iklan Cincin Tunangan