Iklankita.id - Apakah masih berpeluang bisnis konveksi ? pertanyaan ini sering muncul, khususnya bagi mereka yang ingin masuk bisnis konveksi. Belakangan ini kita ketahui bahwa para Konveksi Jasa sablon di bandung, jogja, jakarta, surabaya, semarang, solo menjadi barometer trend center dunia fashion. Lalu apakah binis konveksi ini sangat berpeluang. Mari simak artikel dibawah ini sampai habis.

Peluang Bisnis Konveksi Sablon

Kunci Sukses Dan Peluang Bisnis Jahit Konveksi

Munculnya PHK dari perusahaan yang tutup karena kondisi bisnis yang tidak kondusif serta mereka yang memasuki masa pensiun, seringkali melirik bisnis konveksi sebagai tumpuan mendapatkan pemasukan. Kondisi ini menciptakan persaingan yang semakin dinamis, karena makin kesini semakin banyak orang bermain dibisnis konveksi.

Seperti yang di kutip dari salah satu pelaku bisnis sablon di jogja yakni aditya (Owner dan SEO dari www.bosindogroup.com) menjelaskan. Bahwa bisnis konveksi sablon ini sangat bagus untuk jangka panjang kenapa? melihat dari perkembangan dari tahun ke tahun usaha sablon yang saya jalani semakin hari semakin meningkat, permintaan pasar tidak terikat dengan trend tertentu. selalu ada aja orderan sablon untuk berbagai macam kebutuhan baik acara resmi atau non resmi" Tutur aditya.

Bagaimana agar bisnis konveksi bisa terus berkembang dan tidak jatuh dalam usaha hidup segan mati tak mau. Salah satu kuncinya adalah mengikuti perkembangan bisnis konveksi yang dengan cara adaptif.

Kelebihan lain bisnis konveksi atau garment adalah selalu stabil kapasitas ordernya, sehingga secara berkala bisa memprediksi jumlah produksi dan tenaga kerja yang dibutuhkan. 

Kondisi ini membuat usaha konveksi menjadi salah satu usaha yang patut anda coba. Nah, bagaimana mensiasati agar usaha konveksi mampu bertahan. Setidaknya ada 2 cara penting yang harus dilakukan bersama.

1. Pull Order

Pull order adalah konveksi melakukan produksi berdasarakan dari orderan yang masuk. Semakin banyak dan semakin stabil order, usaha konveksi akan semakin berkembang. Namun jika hanya mengandalkan pull order, maka saat tidak ada order yang masuk, maka usaha konveksi melakukan hibernasi alias berhenti produksi.

2. Push Order

Push order adalah konveksi memproduksi brand sendiri dan dipasarkan ke konsumen. Ini penting dilakukan, karena kalau hanya menunggu order, makanproses produksi terganggu, karena konvrksi hanya bergantung kepada orderan konsumen.

Bagaimana melakukan dua strategi ini agar usaha konveksi bertahan?

Caranya adalag melakukan dua strategi ini selang seling. Saat ada pull order, maka seluruh proses produksi difokuskan untuk mengerjakan orderan konsumen, namun disaat kosong, konveksi mengerjakan push order untuk mengembangkan brand sendiri.

Mana dulu yang harus dilakukan?

Tentu pull order, karena orderan jenis ini berbatas waktu dan tempat, sehingga butuh konsentrasi untuk melakukan produksi. Sedangkan push order dikerjakan saat pull order lagi sepi. Nah, dengan melakukan sistem ini, mesin dan karyawan tidak pernah menganggur. Dengan demikian ocupansi produksi bisa maksimal.

Kunci Sukses Bisnis Konveksi Sablon

Bisnis konveksi mengalami pasang surut, namun demikian kondisinya tak begitu tajam turunnya sejak lima tahun belakang ini. Hal ini ditunjukkan semakin banyaknya usaha konveksi dan bahkan skala garment yang tumbang.

Sejak 2020 dengan adanya kenaikan UMR dan BBM, serta stabilitas pekerja garment yang bisa dikataoan labil, mendorong hijrahnya perusahaan multi nasional yang selama ini berinvestasi di Indonesia hengkang ke negara lain. Kalau dilihat dari informasi para praktisi, brand global saat ini banyak memindahkan produksinya ke Vietnam, Kamboja dan sekitarnya.

Disisi lain, garment/konveksi lokal yang banyak memiliki pabrik di daerah-daerah tertentu perlahan pindah ke luar kota seperti Jabodetabek, jogja, surabaya, semarang, solo. Pertimbangan mereka pindah karena faktor kemudahan mendapatkan bahan baku seperti kain, cat sablon dll. serta juga mempertimbangkan dari sisi harga bahan baku yang terus menanjak naik.

Kondisi konveksipun sedemikian dinamis, salah satunya karena produk impor garment baik yang baru dan bekas membanjiri Indonesia. Banjirnya produk impor ini memicu jatuhnya harga sehingga banyak konveksi yang tak lagi mampu bersaing dengan produk impor.

Faktor Yang Mempengaruhi Binsis Konveksi

Ada 3 faktor penting yang mempengaruhi bisnis konveksi maupun garment, dimana ketiganya kita tidak mampu bersaing tanpa adanya proteksi pemerintah. Berikut ini faktor kuncinya.

1. Bahan Baku

Sampai hari ini, kapas merupakan bahan baku utama industri garment. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia masih impor dengan komposiai impor sekitar 94 persen. Sedangkan salah satu eksportir terbesar kapas dunia adalah China. Bisa dibayangkan kekuatan China dalam produksi garment dari sisi bahan baku.

2. Mesin Tekstil dan Garment

Sebagaimana kita ketahui, hampir semua mesin produksi garment kita impor. Ada begitu banyak merk China yang digunakan oleh pabrik garment di Indonesia. Dalam hal ini, kita kalah bersaing dari sisi peralatan.

3. Tenaga Kerja

Kita ketahui, UMR di Indonesia sangat dinamis, hingga banyak pengusaha tidak bisa memprediksi naikknya UMR setiap tahun. Kondisi ini memicu mekanisasi produksi yang lebih menekankan menggunakan tenaga mesin daripada tenaga manusia. Bisa dibandingkan, upah tenaga kerja kita dibanding dengan China, Vietnam dan India. Tentu mereka lebih kompetitif.

Melihat kondisi ini, satu yang harus menjadi perhatian penting bagi praktisi bisnis garment/konveksi adalah kreatifitas. Tidak bisa lagi bersaing hanya mengandalkan murahnya bahan baku, mesin dan tenaga kerja, karena memang negara lain lebih kompetitif. Tanpa kreatifitas, maka bisa dikatakan bisnis ini tak akan bisa bersaing.

Sekian artikel tentang  Kunci Sukses Dan Peluang Bisnis Jahit Konveksi. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Sumber: Heindonesia - Jasa Sablon Jogja

0Komentar

Punya Kritik, Saran, Pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar.

Sebelumnya Selanjutnya
BACA!!!